PENENTUAN BILANGAN KOORDINASI ION TEMBAGA (II)

        I.            Judul               : Penentuan bilangan koordinasi ion tembaga (II)

      II.            Tujuan             : Mempelajari bagaimana cara menentukan bilangan koordinasi ion tembaga (II)

    III.            Alat-alat dan Bahan

No.

Nama Alat/ Bahan

Ukuran/ Satuan

Jumlah

1

Tabung reaksi dan rak

Kecil

14/2

2

Pipet tetes

3

3

Larutan tembaga (II) sulfat

0.5 M

4 mL

4

Larutan amonia

0.5 M

8 mL

5

Larutan amonia pekat

Pekat

0.5 mL

6

Larutan amonium sulfat

1 M

4 mL

   IV.            Prosedur Kerja

  1. Dua tetes larutan CuSO4 0.5 M dimasukan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 10 tetes larutan (NH4)2SO4 1 M.
  2. 1 mL larutan CuSO4 0.5 M dimasukan ke dalam tabung reaksi lain dan ditambahkan NH3 pekat tetes demi tetes hingga 10 tetes.
  3. Ke dalam 12 tabung reaksi kecil masing-masing dimasukan 2 tetes larutan CuSO4 0.5 M dan 2 tetes larutan (NH4)2SO4 1 M. Pada masing-masing tabung itu berturut-turut ditambahkan 1, 2, 3, . . ., 12 tetes larutan NH3.

     V.            Hasil Pengamatan

No.

Jumlah Tetes

Pengamatan

CuSO4 0.5 M

NH3 0.5 M

1.

2

1

Berwarna biru muda, ada endapan

2.

2

2

Berwarna biru muda, ada endapan

3.

2

3

Berwarna biru muda, ada endapan

4.

2

4

Berwarna biru agak tua, ada endapan

5.

2

5

Berwarna biru tua, ada endapan

6.

2

6

Berwarna biru tua, ada endapan (sedikit)

7.

2

7

Berwarna biru tua, ada endapan (sangat sedikit)

8.

2

8

Berwarna biru tua, larutan (tanpa endapan)

9.

2

9

Berwarna biru tua, larutan (tanpa endapan)

10.

2

10

Berwarna biru tua, larutan (tanpa endapan)

11.

2

11

Berwarna biru tua, larutan (tanpa endapan)

12.

2

12

Berwarna biru tua, larutan (tanpa endapan)

   VI.            Jawaban Pertanyaan

  1. Amonium sulfat berguna sebagai penyangga agar pH tetap, tidak mengandung asam/basa, tapi membentuk ion kompleks.
  2. Intensitas warna larutan tidak berubah lagi mulai pada tabung no. 8. Perbandingan jumlah mol CuSO4 dan jumlah mol NH3 pada tabung tersebut adalah 1 : 4
  3. Bilangan koordinasi Cu2+ menurut eksperimen ini adalah 4. Karena perbandingan ion pusat dengan ligannya adalah 1 : 4

 VII.            Kesimpulan

Bilangan koordinasi dapat ditentukan dari perbandingan ion pusat dengan ligannya. Dari eksperimen diatas, bilangan koordinasi Cu2+ ditentukan dari perbandingan jumlah mol CuSO4 dan jumlah mol NH3. Pada tabung no.8, intensitas warna larutan tidak berubah lagi, dan perbandingan jumlah mol CuSO4 dan jumlah mol NH3 pada tabung tersebut adalah 1 : 4. Hal ini menunjukan bahwa bilangan koordinasi Cu2+ adalah 4.

VIII.            Daftar Pustaka

Purba, Michael.2006.Kimia untuk SMA kelas XII.Jakarta:Erlangga.

2 thoughts on “PENENTUAN BILANGAN KOORDINASI ION TEMBAGA (II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s