Topeng

Title                      : Topeng

Main Cast            : YOU (reader) and Your Bias

Support Cast      : –

Length                  : Drabble

Rating                   : General

Genre                   : Friendship

Disclaimer          : The plot is mine, but not the cast. The cast belong to themselves. This stories just my own imagination.

TOPENG

Terluka. Tersakiti. Mata yang terus melihat cahaya yang kian memudar dan jauh. Tangan yang hanya bisa menggapai udara kosong. Terlalu tak berdaya untuk berteriak. Terlalu sakit untuk bergerak.

Hanya topeng ini lah yang membentenginya. Membentengi dari dunia. Agar ia tak tersentuh, karena ia terlalu rapuh. Topeng besi berparas angkuh. Menutup dengan sempurna paras yang membiaskan rasa lelah dan putus asa. Topeng yang dengan sempurna menyembunyikan kesepian dari setiap pancaran matanya.

*****

Drap… drap… drap…

Langkah pasti membelah hingar bingar di tempat yang menyuguhkan kenikmatan semu. Dunianya. Dunia kelamnya. Dengan dagu sedikit terangkat dan pandangan lurus dingin seolah mampu menembus pintu kayu yang beberapa langkah dihadapannya. Hanya sebuah topeng yang lain. Topeng besi berparas angkuh.

Krettt…

Perlahan pintu itu terbuka menunjukan siluet seseorang dengan pakaian rapi serba hitam. Kemeja, jas, celana, hingga sepatu. Saling melempar tatapan tajam dalam paras angkuh mereka. Kawan lama. Cerminan dirinya yang lain dalam versi seorang pria. Sama-sama membanggakan topeng yang telah mendarah daging bagi keduanya.

“Lepas topengmu. Wanita seberharga dirimu tak pantas berlindung dibalik topeng besi yang makin mencekikmu.”

Sedetik kemudian pria itu menghampiri wanita yang baru saja memasuki ruangan itu. Menggapai wajah angkuh itu dengan lembut. Tersenyum, sementara wanita yang kini telah ada dipelukannya mulai mengurai air mata. Percuma bagi keduanya untuk menggunakan topeng mereka saat ini. Tidak ada gunanya bagi wanita itu untuk menutupi semua kepedihan, putus asa dan ketidakberdayaannya pada pria ini. Keduanya terlalu sama, dan saling mengerti. Mengerti keadaan kelam mereka. Mengerti kabut tebal yang menyesatkan mereka.

“Aku. Aku yang akan melindungimu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s