Tidak kah?

Aku pernah jatuh. Aku pernah gagal.

Disaat mimpiku belum terbentuk sempurna, seseorang menghancurkannya. Bagai meniup debu tak berarti. Sekali hembusan, hilang tak berbekas. Kemudian dimulai lah hidup tanpa arah tujuan.

Disaat selangkah lagi aku memasuki cahaya, sebuah dinding tiba-tiba muncul menghalangi cahayaku. Terus maju mendesakku. Aku terus terdesak dalam gelap, hingga kembali ke titik awal. Dengan kata lain, aku diharuskan untuk memulai kembali semuanya dari awal.

Aku berusaha keras menyingkap putus asa yang menyelimutiku. Bangkit dari zona aman. Keluar menuju medan penuh resiko. Apa boleh buat? Mimpiku ada di ujung medan penuh resiko itu. Aku tak akan menyerah sebelum mencapai cahaya. Ini pilihanku.

Kini, mereka mengajukan banyak pilihan dengan segala alasannya dan banyak kata ‘lebih baik’. Sedikit menggoyahkanku. Apa yang harus aku lakukan? Mereka adalah orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Tak bisa ku abaikan begitu saja. Dan dengan kenyataan itu aku kecewa. Tidak kah mereka mendukungku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s